Kamis, 30 Desember 2010

sebuah jepertan waktu SMA









Irfan Bachdim: Suporter Indonesia Terbaik di Dunia


    Timnas Indonesia boleh gagal memboyong trofi Piala AFF 2010, namun kebanggan terhadap Indonesia tak akan berkurang. Hal tersebut termasuk diungkapkan striker timnas Irfan Bachdim yang bisa bermain buat Indonesia untuk pertama kalinya. Dukungan suporter yang sangat gegap gempita salah satu yang menjadi kebanggannya. "Saya sangat bangga kepada para suporter Indonesia! Ya, Anda semua hebat! Sungguh suporter terbaik di dunia! Saya bangga kepada Anda semua dan menjadi orang Indonesia," kata Irfan Bachdim dalam Bahas Inggris di akun Twitternya, @irfanbachdim20, Minggu (29/12/2010) tak lama setelah pertandingan berakhir.
Seperti pemain lainnya, Irfan pun tak larut dalam kesedihan walaupun saat peluit panjang berakhir sempat menundukkan kepala. Dalam akun Twitternya, ia tetap merasa Timnas Indonesia bermain sangat bagus selama Piala AFF berlangsung. Bahkan, ia mengibur diri kalau Indonesia tetap tim yang bermain terbaik.
"Kami mengalahkan mereka (Malaysia) dua kali!! Hal itu ternyata tak cukup untuk memenangkan piala ini. Namun, kami adalah yang terbaik dalam turnamen secara keseluruhan! Dan suporter kami adalah yang terbaik," lanjut Irfan.
Indonesia memang hanya kalah sekali selama Piala AFF 2010 berlangsung dan dua kali mengalahkan Malaysia. Pada babak penyisihan Indonesia bahkan membantai 5-1. Begitu pula dalam final leg kedua tadi malam dengan skor 2-1. Namun, sayang kemenangan tersebut gagal mengantarkan Indonesia sebagai juara Piala AFF 2010 karena kalah skor agregat 2-4 dari Malaysia. Pada leg pertama di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Indonesia kalah 0-3.

Bambang Pamungkas: Tetap Semangat!


Striker timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, tak larut dalam kesedihan. Meski Indonesia gagal meraih trofi Piala AFF 2010, ia tetap terlihat tegar meski ada ungkapan kekecewaan. Hal tersebut tampak dari komentar Bambang di akun Twitter miliknya @bepe20, Minggu (29/12/2010) malam, tak lama setelah pertandingan berakhir.
Ternyata 6 kemenangan dan hanya sekali kalah, belum mampu membawa pulang trophy itu saudara-saudara. tetap semangat...!!!
-- Bambang Pamungkas
"Ternyata 6 kemenangan dan hanya sekali kalah, belum mampu membawa pulang trophy itu saudara-saudara. Tetap semangat...!!!" tulis pemain bernomor 20 yang akrab dipanggil Bepe itu. Indonesia gagal meraih gelar juara Piala AFF 2010 setelah kalah skor agregat dengan Malaysia 2-4.
Untuk menapak ke final Piala AFF 2010, Indonesia memang tak pernah kalah, baik di babak penyisihan maupun babak semifinal. Bahkan di babak penyisihan, Indonesia membantai Malaysia dengan skor 5-1. Namun, Indonesia harus mengakui kekuatan Malaysia dan kalah 0-3 pada laga final pertama Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, dan hanya menang 2-1.
Sebelumnya, Bambang sempat berharap mukjizat pada pertandingan laga final kedua. Hal itu becermin pada klub-klub raksasa dunia yang bangkit kembali dari kekalahan dan menang besar. Namun, keberuntungan kali ini ternyata belum datang kepada Indonesia. Meski demikian, sekali lagi tetap semangat!

Garudaku Sayang, Garudaku Malang

Sebagian masyarakat Indonesia menilai permainan dan pencapaian kesebelasan nasional di Piala AFF 2010 membanggakan. Namun, ada juga yang mengaku kecewa.
Indonesia menutup Piala AFF 2010 sebagai runner-up, setelah kalah agregat 2-4 (0-3, 2-1) dari Malaysia di babak final, 26 dan 29 Desember 2010.
Pada pertandingan leg kedua, Indonesia berpeluang unggul lebih dulu ketika mendapat hadiah penalti, menyusul handsball Mohd Sabre bin Mat Abu pada menit ke-18. Firman Utina yang dipercaya mengeksekusi bola mengirimnya secara akurat ke sudut kiri bawah gawang. Sayang, tendangan terlalu lemah sehingga bola mudah ditangkap oleh Khairul Fahmi.
Masalah itu belum selesai ketika Malaysia malah mampu unggul 1-0 berkat gol Mohd Safee pada menit ke-54. Dalam sebuah serangan balik, Safee berhasil menguasai sebuah umpan terobosan dan menggiringnya melewati duo Maman dan Hamka sebelum melepaskan tendangan keras dari tengah kotak penalti, yang mendesak jaring dalam gawang Markus Horison.
Indonesia akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 berkat gol Muhammad Nasuha (menit ke-73) dan Muhammad Ridwan (85).
Menurut Agung, seorang suporter, meski gagal juara, Indonesia pantas dibanggakan karena menunjukkan semangat juang untuk bangkit setelah terpukul kegagalan penalti Firman dan gol Safee.
"Saya kecewa banget, Mbak, awalnya saat melakukan tendangan penalti itu gagal. Saya kecewa sama Firman. Tadi itu banyak kesempatan, tapi finishing-nya enggak bagus," kata Agung.
Kecewa yang mendalam juga dirasakan Tamam, Toni, dan dua rekannya yang datang ke Jakarta dari hari Jumat (24/12/2010). Berbeda dari Agung, Tamam hanya kecewa pada hasil akhir, bukan pada kinerja tim nasional.
"Saya sama teman-teman datang jauh-jauh dari Gresik, kepenginnya Indonesia juara. Saya kecewanya waktu pertandingan di Malaysia kemarin. Itu membuat down. Saya bangga kok dengan permainan timnas sepanjang AFF," ucap Tamam.

Siapa Bilang Indonesia Kalah?





 
 Meski  kecewa karena tim nasional Indonesia gagal menjadi juara Piala AFF 2010, nyatanya masih banyak penonton dan pendukung setia timnas yang tetap optimistis.
"Siapa bilang Indonesia kalah? Sekarang enggak kalah, tapi memang belum juara," kata Coki (25) asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang ditemui Kompas.com di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (28/12/2010). Dalam laga final kedua AFF 2010, Indonesia memang menang 2-1, tetapi kalah skor agregat dengan Malaysia yang menang 3-0 saat laga pertama.
Menurut Coki, permainan laga final kedua antara Indonesia dan Malaysia yang berlangsung tadi sudah cukup baik. Menurutnya, selama laga piala AFF, baru sekali Indonesia kalah, yakni saat ditekuk Malaysia 0-3 di Stadion Bukit Jalil, Malaysia. Timnas belum pernah kalah dengan Malaysia di Stadion Bung Karno.
"Timnas itu sudah bermain baik. Buktinya, baru sekali kalah," ujarnya bangga.
Meski kalah dan tak berpredikat juara, Coki berharap timnas untuk terus maju. "Ya ke depan semoga makin maju. Yang maju selain timnas juga PSSI-nya, semoga pengurusnya diganti," kata penyuka pemain timnas "El Loco" ini.
"Buat pemain, supaya mentalnya dan kemauannya makin kuat. Kalau down, maka akan merusak konsentrasi dan permainan," imbuh Coki.

Jangan Malu untuk Belajar

Indonesia tidak perlu malu belajar atas sukses Malaysia menjuarai Piala AFF 2010. Meski menang 2-1 pada final kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12/2010), Indonesia gagal menjadi juara. Sukses Malaysia tidak lepas dari keseriusan mereka pada pembinaan usia muda.
Disaksikan sekitar 95.000 penonton, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia tertinggal 0-1 menit ke-54 oleh striker Safee Sali. Bek Muhammad Nasuha menyamakan 1-1, menit ke-72, dan Mohammad Ridwan memenangkan Indonesia 2-1, dua menit menjelang laga bubar. Kapten Firman Utina gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-19.
Sebelum berangkat menonton pertandingan, Presiden sempat memberikan keterangan pers. Ia mengharapkan tim nasional Indonesia bermain sebaik-baiknya tanpa beban dalam pertandingan final kedua ini. ”Tidak perlu ada beban apa pun, kami semua tetap bangga kepada tim nasional kita, meskipun kemarin di Kuala Lumpur belum berhasil, tetapi tetaplah bermain dengan baik,” ujarnya.
Meski gagal juara, suporter Indonesia yang menguasai stadion dengan atribut merah tidak kecewa kepada pemain. Mereka tetap mengelu-elukan Firman Utina dan kawan-kawan, terutama setelah mendengar Firman dinobatkan sebagai Pemain Terbaik.
Kekecewaan atas kegagalan Indonesia meraih Piala AFF 2010 terpancar jelas dari wajah-wajah para pemain, jajaran manajer, dan pengurus PSSI.
Raut wajah mengungkap sejuta rasa meskipun kebisuan mengunci para pemain saat berjalan menyusuri lorong penghubung antara lapangan dan ruang ganti. Pemain berjalan lesu dengan wajah murung menuju ruang ganti.
Firman, yang biasanya ramah, wajahnya terlihat tegang. Ia hanya menunjuk dengan telunjuk tangan kanannya ke arah press room.
Bambang Pamungkas yang bermain bagus di babak kedua juga dengan singkat mengatakan, ”Nanti saja ya.” Pemain lainnya tidak ada yang menjawab pertanyaan jurnalis dan berjalan langsung ke ruang ganti.
Manajer Timnas Andi Darussalam Tabussala, yang biasanya ceria dan sering melontarkan guyonan kepada wartawan, berjalan lesu. Wajahnya terlihat gundah. Senyum tipisnya membalas sapaan wartawan, tetapi tak mampu menutupi kekecewaan.
Sekitar 15 menit kemudian, drama lain terjadi di pintu keluar ruang ganti pemain. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid diteriaki para suporter yang menunggu pemain untuk minta tanda tangan. Anggota rombongan Nurdin terpancing emosinya dan membalas teriakan para suporter itu. Ketegangan sesaat itu baru mencair setelah petugas keamanan meminta rombongan Nurdin berjalan keluar melalui lorong samping.
”Ketua umum sudah berusaha maksimal, segala daya dan upaya sudah dilakukan,” ujar Nurdin yang menolak mundur. ”Apa urusannya dengan ketua umum. Nurdin Halid tidak akan pernah mengundurkan diri. Catat itu besar-besar.”
Dalam jumpa pers sebelumnya, Presiden menyatakan telah mencermati banyak saran dan kritik disampaikan masyarakat soal PSSI. Ia mengharapkan PSSI juga mendengarkan saran dan kritik masyarakat itu. ”PSSI saya harapkan juga mendengarkan saran, kritik, rekomendasi dari rakyat Indonesia yang sangat mencintai tim nasionalnya,” ujar Presiden.
Riedl evaluasi pemain
Dalam jumpa pers seusai laga, Pelatih Indonesia Alfred Riedl ditanya soal masa depan tim Indonesia, tetapi ia tidak secara tegas menjawabnya. Ia menyatakan bakal melakukan evaluasi terhadap skuadnya.
Riedl menambahkan, timnya bermain sangat bagus, tetapi kurang beruntung. ”Kami ucapkan selamat kepada Malaysia, tetapi kali ini tim terbaik tidak menjadi juara,” kata Riedl yang juga mengucapkan terima kasih kepada dukungan suporter yang luar biasa.
Menurut Riedl, kegagalan Indonesia merebut juara sudah dipastikan pada laga pertama di Kuala Lumpur. ”Kami kalah di Kuala Lumpur, dalam 15 menit yang kacau,” ujarnya.
”Itu adalah permainan terbaik kami sepanjang turnamen. Kami memiliki banyak peluang, tetapi kurang beruntung. Pada babak kedua, tim memperlihatkan karakternya untuk bangkit, saya berterima kasih pada pemain,” katanya.
Soal penalti yang gagal, Riedl tidak mau menyalahkan Firman Utina. Firman mengatakan, kegagalannya menendang penalti bukan karena tekanan. ”Itulah sepak bola, malam ini saya gagal. Saya memang ditugaskan oleh pelatih untuk mengambil penalti, kalau bukan saya siapa lagi,” kata Firman.
Bambang Pamungkas menambahkan, pertandingan final kedua sangat luar biasa dan Indonesia hanya kurang beruntung. ”Kita tidak kalah, kita menang, tetapi tidak juara,” ujar Bambang.

Warga Ambon: Timnas dan Riedl Patut Dihargai

Sebagian warga di Kota Ambon memuji penampilan dan perjuangan pemain tim nasional Indonesia setelah mengalahkan Malaysia 2-1 pada pertandingan kedua final Piala AFF di Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (30/12/2010) malam.
"Seluruh pemain telah berjuang maksimal dengan kemampuan yang dimiliki untuk penampilkan permainan terbaiknya saat membela nama bangsa dan negara," kata salah seorang warga Ambon, Ary Sahetapy, yang ditemui seusai nonton bareng pertandingan Indonesia-Malaysia di Hotel Mutiara, Ambon, Rabu malam.
Dia mengakui, perjuangan dan usaha pemain tim Merah-Putih perlu diberikan apresiasi, karena mampu membalas kekalahan pada pertandingan leg pertama di Kuala Lumpur, Malaysia 26 Desember lalu.
Kendati kemenangan yang diraih tidak mampu mengantarkan Indonesia menjadi juara Piala AFF, menurut warga lainnya, Izaac, usaha dan kerja keras Bambang Pamungkas dkk perlu mendapatkan penghargaan dan dan dukungan seluruh masyarakat di Tanah Air.
"Timnas sudah menampilkan semua kemampuan terbaik yang dimiliki. Begitu pun pelatih Alfred Riedl juga telah melakukan yang terbaik untuk mengangkat pamor bangsa dan negara ini, sehingga patut dihargai," katanya.
Sebagian warga mengaku bangga Indonesia menang atas Malaysia, karena mampu membalas kekalahan 3-0 yang dialami pada leg pertama beberapa hari lalu.
"Firman Utina dan kawan-kawan sudah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain berkualitas di Tanah Air. Buktinya, mereka mampu mendominasi pertandingan sejak babak pertama dan kedua dan semangat menyerangnya tidak kendur," kata Ketua Umum Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indoensia (Porlasi) Maluku, Hellen de Lima.
Kendati demikian, sejumlah warga mengaku, para pemain terlalu terburu-buru dan tidak sabaran saat mendapatkan peluang untuk mencetak gol.
"Jika mereka sabar dan tenang pasti sudah banyak gol yang tercipta," ujar sejumlah warga yang juga mengaku terkesan dengan penampilan prima kiper Malaysia Khairul Fahmi, yang mampu mengatasi sejumlah serangan pasukan Garuda.
Puluhan warga Kota Ambon malah merayakan kemenangan tim Garuda itu dengan konvoi kendaraan bermotor di beberapa ruas jalan di Ibu Kota Provinsi Maluku itu.
"Walaupun tidak menjuarai Piala AFF untuk keempat kalinya, pasukan Garuda telah menunjukkan keperkasaaan dan tetap menjadi juara," ujar beberapa peserta konvoi.
Dalam pertandingan yang berakhir Rabu malam, striker timnas Malaysia, Mohd Safee bin Mohd Sali menjadi pencetak gol terbanyak gelaran Piala AFF 2010 dengan raihan lima gol.
Dari lima gol yang dihasilkan oleh pemain dengan nomor punggung 10 itu, tiga di antaranya disarangkan ke gawang timnas Indonesia. Sedangkan dua gol lainnya disarangkan ke gawang Vietnam.
Pada pertandingan final kedua Piala AFF 2010 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, Mohd Safee mampu mencetak satu gol ke gawang Markus Haris Maulana di menit 53.
Dua gol lagi yang diciptakan oleh pemain yang saat ini memperkuat Selangor FC ke gawang Indonesia terjadi pada final pertama Piala AFF 2010 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/12) dengan skor akhir 3-0.
Sedangkan kapten timnas Indonesia, Firman Utina, dinobatkan menjadi pemain terbaik Piala AFF 2010 meski timnas Merah Putih gagal menjadi juara untuk keempat kalinya.
Pemain dengan posisi gelandang dan menjadi pengatur serangan timnas Indonesia itu dinilai memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan seluruh pemain yang turun pada turnamen dua tahunan di tingkat ASEAN ini.

Saatnya Kembali ke Kenyataan

Sukacita selama hampir satu bulan itu berakhir sudah. Pesta sepak bola Piala AFF yang semula membuat bangsa Indonesia membubung ke langit ketujuh berakhir antiklimaks. Tim Garuda Indonesia yang begitu perkasa sejak babak penyisihan sampai semifinal tak sanggup membuat sejarah. Apa boleh buat, Malaysia-lah yang mengukir tinta emas, untuk pertama kalinya menjadi yang terbaik di festival sepak bola bangsa-bangsa Asia Tenggara ini.
Meski pahit, rasanya kita tak perlu larut dalam kesedihan. Sebaliknya, kegagalan untuk keempat kalinya di partai puncak Piala AFF ini harus menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh insan sepak bola, utamanya para pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang paling bertanggung jawab terhadap prestasi tim nasional Indonesia. Bukan hanya itu, kegetiran di Stadion Utama Gelora Bung Karno juga harus menjadi pelajaran bagi oknum-oknum politisi yang semula ingin mendompleng euforia yang diledakkan pasukan Merah-Putih asuhan Alfred Riedl.
Sebenarnya, di luar dua hal di atas, terlalu banyak hal harus dijadikan bahan renungan oleh persepakbolaan nasional. Di lain pihak, euforia yang begitu hebat seharusnya dijadikan momentum kebangkitan prestasi sepak bola nasional, yang sudah begitu lama mendambakan gelar juara di tingkat internasional. Belajar dari pengalaman Piala Asia 2007, saat pasukan Garuda Indonesia gagal tetapi tetap mendapat acungan jempol, pada akhirnya menang atau kalah bukan hal paling penting. Pada ujungnya, juara tidak lagi sebuah tujuan akhir. Jauh lebih penting, para pemain dan tim pelatih sudah berbuat yang terbaik. Kegagalan ini hanya sebuah keberhasilan yang tertunda.
Di luar stadion, sulit untuk tidak terharu menyaksikan para pendukung Merah-Putih tetap menari-nari, meneriakkan yel-yel ”Indonesia... Indonesia!” Hal itu bukan karena Firman Utina dan kawan-kawan berhasil membalas kekalahan di Bukit Jalil, tapi lebih karena pasukan Merah-Putih telah tampil gagah berani, mengeluarkan semua kemampuannya, dan terlebih mereka menunjukkan pantas membela nama Indonesia dengan memakai kostum ”sakral” berlambang Garuda.
Bagi para pengurus PSSI, inilah sebenarnya momen untuk kembali ke kenyataan, kembali ke Bumi, setelah selama dua pekan seakan-akan lupa akan segala tugas pokok pembinaan sepak bola. Bagaimanapun, kompetisi yang berkualitas adalah kunci dari sukses tim nasional. Kompetisi yang bergulir saja secara teratur belumlah cukup untuk membawa Indonesia ke tingkat elite percaturan sepak bola Asia Tenggara, apalagi Asia, apalagi dunia. Kompetisi yang bergulir haruslah mempunyai mutu yang baik, dan tiap musim menunjukkan peningkatan kualitas.
Banyak hal yang menopang kualitas kompetisi, tetapi yang paling utama adalah pembinaan usia dini. PSSI tak perlu malu untuk mengakui bahwa selama ini abai terhadap youth development. Ratusan miliar rupiah tiap tahun berputar dalam persepakbolaan nasional, tetapi nyaris tak ada yang menetes ke pembinaan usia dini. PSSI terlalu asyik masyuk mengurusi kompetisi paling top, Liga Super Indonesia, yang memang seksi, bergelimang uang, berlimpah sponsor, bermewah dengan liputan media. Sementara kompetisi usia dini bukan cuma anak tiri, tapi ibarat anak terbuang yang menggelandang di kolong jembatan.
PSSI lebih suka jalan pintas, mencari pemain dengan jalan ”berburu” ke daerah-daerah dan mencomotnya begitu saja tanpa tahu betul rekam jejak pemain muda. Tanpa ada kompetisi, pemain muda yang diambil tidak terasah secara teknis, apalagi mental. Mereka kemudian dikumpulkan dalam proyek-proyek jangka pendek tanpa konsep yang benar-benar matang. Proyek Uruguay, misalnya, hanya mengulang kegagalan lama yang tidak membuahkan hasil, seperti Primavera dan Barreti. PSSI tidak pernah belajar dari pengalaman-pengalaman pahit tersebut.
Tanpa konsep pembinaan usia yang benar-benar diwujudkan dalam kompetisi berjenjang, pemain-pemain yang kemudian tampil di tingkat senior bukanlah atlet yang benar-benar matang. Ketika mereka tampil di liga senior, kemampuan mereka barangkali hanya 20 persen atau 30 persen dari kapasitas sebenarnya. Walhasil, tim nasional, terutama yang senior, tidak pernah memberikan prestasi yang membanggakan di tingkat internasional.
Ada baiknya, jajaran pengurus PSSI merenung sejenak. Mulailah bekerja dengan hati untuk menggerakkan roda kompetisi usia dini. Mulailah mencetak pelatih-pelatih berkualitas tinggi untuk menangani youth development. Sadarlah bahwa tak ada jalan pintas dalam sepak bola. Semua hasil terbaik harus dicapai dengan kerja keras, keringat dan pengorbanan.
Dalam pergelaran Piala AFF ini, PSSI sebenarnya sempat ”kembali ke jalan yang benar”, dengan membiarkan Alfred Riedl memilih sejumlah pemain muda untuk menyegarkan tim nasional. Pelatih asal Austria yang kenyang pengalaman menangani tim Asia Tenggara ini juga diberi keleluasaan untuk mengelola timnas secara mandiri, tanpa intervensi petinggi-petinggi PSSI—sesuatu yang sangat biasa dilakukan di masa lalu.
Namun, setelah sukses menembus final dengan lima kemenangan beruntun, otoritas Riedl dirampas. Timnya diobok-obok, dipolitisasi, dan ditunggangi demi pencitraan individu, kelompok, dan partai. Meski begitu, Riedl tetap mempersiapkan timnya dengan serius menjelang laga final pertama di Bukit Jalil. Pria yang hanya punya satu ginjal itu kemudian tidak tahan. ”Federasi mengganggu persiapan tim saya,” ujarnya di Bukit Jalil.
Maka, kalaupun ada satu-satunya hal yang patut disesali dari kegagalan ini adalah perjuangan hebat Firman cs telah dinodai oleh ambisi kotor para politisi. Selebihnya, kita patut bangga pada pasukan Merah-Putih yang telah berjuang keras. Kita harus memberikan apresiasi kepada penonton yang terus memberikan dukungan meski mereka sudah teraniaya saat mengantre tiket. Kita harus berterima kasih kepada Riedl dan timnya yang memberikan energi dan nuansa baru pada tim nasional.
Bagi bangsa Indonesia, inilah saatnya kembali ke kenyataan, untuk menyadari masih banyak pekerjaan rumah pembinaan sepak bola yang harus dikerjakan. Marilah kita bekerja keras!

Riedl Dipertahankan hingga 2012

Meski gagal meraih juara pada AFF Cup 2010, posisi pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, masih tetap akan dipertahankan. Kontrak pelatih asal Austria tersebut baru akan habis pada tahun 2012.
"Alfred berjalan terus, kontraknya baru habis tahun 2012," kata Manajer Tim Nasional Indonesia Andi Darussalam Tabussala saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (30/12/2010).
Menurut Andi, agenda dari Alfred Riedl selanjutnya adalah menyiapkan skuad 26 pemain U-23 untuk diikutsertakan pada ajang Pra Piala Dunia U-23. Selain itu, Riedl juga harus bekerja membentuk tim pra-olimpiade.
"Alfred harus melakukan seleksi 26 pemain U-23 dan pra-olimpiade pada bulan Februari hingga Juni mendatang," ucapnya.
Lebih jauh, Andi berharap bahwa tim nasional akan meraih prestasi tertinggi pada kemudian hari, terutama dalam agenda jangka pendek ke depan. "Kami berharap ya prestasi tertinggi," tandasnya.

Kamis, 25 November 2010

Rooney Siap Rebut Lagi Kepercayaan Suporter

Wayne Rooney mengakui bahwa dia harus memberi bukti pada para pendukung Manchester United mengenai kesetiaannya di klub tersebut. Menurut Rooney, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk kembali memenangkan kepercayaan para suporter.

"Tidak semua pendukung bersedia menyanyikan nama saya atau menyoraki saya sepanjang pertandingan. Saya bisa menerima dan memahami hal tersebut. Namun, saya akan berusaha keras dan membuktikan pada para suporter bahwa saya tetap bertahan di sini dan berusaha membawa klub ini menjadi juara," ungkap Rooney, seperti dilansir ESPN.
"Saya hanya bisa mengatakan apa yang saya rasakan. Saya bisa menjamin bahwa keputusan saya ini tidak ada hubungannya dengan uang yang saya terima untuk bertahan di sini."
"Saya telah duduk bersama dengan manajer dan para pemilik klub tersebut. Mereka mengatakan pada saya mengenai rencana-rencana klub ke depannya. Akhirnya, pembicaraan kontrak hanya berlangsung selama dua jam. Apabila ini semua karena uang, maka bisa dipastikan pembicaraan akan memakan waktu berhari-hari, bahkan berpekan-pekan," tegasnya.
Lebih lanjut, Rooney juga membantah bahwa dirinya sempat terlibat perang dingin dengan manajer United, Sir Alex Ferguson. Menurut hal tersebut hanyalah omong kosong belaka. "Saya tidak pernah terlibat pertikaian atau apapun dengan manajer," tandasnya.

Agen Bantah Rumor Berba Dijual

Agen dari Dimitar Berbatov membantah rumor yang menyebutkan bahwa pemainnya itu akan dijual oleh Manchester United pada bursa transfer Januari nanti.
Sempat beredar kabar, MU menerima pinangan Juventus untuk merekrut striker yang belum mencetak satu gol pun bagi The Red Devils usai mencetak hat-trick ke gawang Liverpool 19 September lalu itu. Spekulasi lain menyebutkan bahwa pemain yang sudah memutuskan pensiun dari tim nasional Bulgaria ini akan menjadi bagian dari pertukaran dengan striker Real Madrid, Karim Benzema.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan. Ia akan tetap di Manchester. Semua pembicaraan mengenai kepindahannya adalah tidak benar," jelas agen pemain berusia 29 tahun ini, Emil Dantchev.
Pernyataan sang agen tersebut mendapat dukungan dari manajer Sir Alex Ferguson yang mengungkapkan bahwa Berba berada dalam skemanya untuk mendampingi Wayne Rooney.
"Kami memiliki banyak pilihan striker muda yang sudah bermain di beberapa laga, tapi kami mendapatkan Wayne kembali untuk kembali menemui permainan terbaiknya dengan dukungan Dimitar di sisinya," ungkap Fergie di sela-sela jumpa pers jelang laga melawan Rangers.
Bahkan manajer asal Skotlandia itu menuturkan bahwa menurunnya penampilan Berba adalah karena kesalahannya yang sering merotasi pemain, terutama striker. "Agar terlihat fair saya sering mengubah komposisi striker. Saya pikir saya harus menerima tanggung jawab pergantian yang terlalu banyak itu," tambahnya.

MU Jeblok, Ferguson Tunjuk Dada

Pelatih Manchester United (MU), Alex Ferguson menunjuk dirinya sendiri sebagai orang yang bertanggung jawab atas anjloknya performa dan prestasi tim di Premier League musim ini. Menurutnya, penurunan terjadi karena kebijakannya mengubah sejumlah hal di tim.

Mengacu posisi, MU tidak sangat buruk. Hingga pekan ke-14, mereka duduk di posisi kedua dengan 28 poin, atau hanya kalah selisih gol dari Chelsea. Namun, Ferguson menilai, itu tidak cukup bagus, mengingat MU cuma mendulang delapan poin dalam empat laga terakhir.

"Mungkin, saya mengubah terlalu banyak. Kami telah cukup sering mengubah pasangan penyerang musim ini dan untuk itu, saya harus menerima tanggung jawab," ujar Ferguson.

"Saya tak berpikir telah memainkan tim berkomposisi sama cukup sering untuk mendapatkan level konsistensi. Sekarang, kami harus menemukan konsistensi lebih baik di tim ini. Ini adalah waktunya untuk bangkit,"

"Kami mengalami sejumlah penampilan fantastis musim ini dan dalam waktu bersamaan mengalami beberapa kekecewaan. Di Everton, kami tidak bisa menang dengan enam atau tujuh gol dan berakhir imbang 3-3. Di Fulham, dengan sisa pertandingan beberapa menit, kami gagal penalti,"

"Bila Anda melihat kami gagal meraih poin penuh saat melawan West Bromwich Albion, kami bisa unggul enam poin. namun, kami juga menghindari kekalahan dengan mencetak gol di menit-menit terakhir saat melawan Aston Villa dan Wolverhampton Wanderers. Jadi cukup seimbang,"

"Anda bisa menganalisis perjalanan musim ini, tetapi satu-satunya masalah adalah hasil di akhir musim, yaitu di mana posisi Anda saat itu?"

"Kami menikmati permainan sangat bagus, tetapi dalam beberapa laga terakhir kami tak bermain cukup baik dan sedikit lebih beruntung dibanding tim lain, yang juga tidak bermain lebih baik. Setidaknya, kami mendapat sesuatu dari laga-laga kami," paparnya.

Salsa Kunci Ketajaman "Chicharito"

Javier Hernandez semakin tampil empresif bersama Manchester United (MU). Ternyata, kehebatan berjuluk "Chicharito" itu tak terlepas dari pengaruh musik salsa.

Pemain asal Meksiko kelahiran 1 Juni 1988 yang dibeli dari Chivas Guadalajara ini telah menjadi pujaan baru publik Old Traford. Ketajamannya di depan gawang lawan membuat pelatih Sir Alex Ferguson selalu terkesan.
The World Red Army, sebutan pendukung "Setan Merah", bersama artis Salsa Choco Orta bahkan telah merilis lagu untuk Hernandez. Lagu berjudul "Chico Is The Man" itu mengisahkan kehidupan bintang berusia 22 tahun tersebut.

Dalam darah Hernandez memang mengalir bakat sepak bola yang kuat. Ayahnya, Javier Hernandez Gutierrez, adalah mantan striker nasional Meksiko. Kakeknya, Tomas Balcazar, juga penyerang legendaris Meksiko.

Padahal, sang ayah tak pernah berharap dia menjadi pemain bola. Namun, di usia 7 tahun, Hernandez begitu gemar bermain bola.

Karena bakatnya berkembang, pada umur 9 tahun dia langsung direkrut klub besar Chivas Guadalajara. Setelah bermain di tim junior Chivas (Chivas Coras) pada 2005-06, dia mulai dimasukkan ke tim senior Chivas Guadalajara pada 2006. Saat itu umurnya baru 17 tahun.

Dia terus memberi janji, sehingga terus menjadi bagian dari Chivas Guadalajara. Pada Oktober 2009, pemandu bakat "Setan Merah" pun mengamati dan tertarik kepadanya. Dia melaporkan ke MU bahwa Hernandez punya masa depan yang menjanjikan.

Pada 8 April 2010, MU langsung melakukan kesepakatan dengan pihak Hernandez. MU bergerak cepat, karena Hernandez sudah menjadi incaran banyak klub. MU melakukan langkah yang tepat. Dalam sekejap, berkat kehebatannya, Hernandez menjadi andalan baru.

Rabu, 24 November 2010

Jelang Rangers v MU: Misi United pertahankan clean sheet

Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson bertekad untuk mempertahankan catatan tak pernah kebobolan di Liga Champions. Optimisme itu tak pudar walau dua bek utama diistirahatkan.
Seperti diketahui, Fergie memutuskan untuk mengistirahatkan duo bek tengah Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic saat MU menantang tuan rumah Glasgow Rangers di matchday 5 Liga Champions, Kamis (25/11/2010) dinihari WIB.
Keputusan menyimpan Ferdinand dan Vidic adalah sebuah pertaruhan besar. Dengan menampilkan bek pelapis, Chris Smalling dan Jonny Evans, rekor clean sheet ‘Setan Merah’ jadi berisiko patah.
“Di Liga Champions, kami tampil apik musim ini. Kami belum pernah kebobolan dan berharap semoga besok itu berlanjut,” cetus Ferguson seperti dimuat situs resmi MU.
“Penampilan kami di Valencia sangat solid, kami memakai pengalaman kami dengan sangat baik, dan di Bursaspor penampilan kami kelas satu dan kami mengendalikan permainan,” tukas Ferguson.
Meski percaya diri MU akan mampu memetik hasil apik, Fergie memang harus waspada. Pasalnya, Rangers belum pernah kalah dalam dua pertandingan kandang. Mereka unggul 1-0 atas Bursaspor dan mengimbangi Valencia 1-1.
“Mereka tim yang terorganisasi dan sangat liat untuk dikalahkan. Itu kualitas yang dibutuhkan dalam pertandingan seperti besok malam,” pungkas Fergie.

Anderson Mungkin Tinggalkan MU

Gelandang Manchester United (MU) kemungkinan pindah ke Panathinaikos pada jendela transfer kedua, Januari mendatang. Menurut pemberitaan di Yunani, agen Anderson, Jorge Mendez telah bertemu dengan Direktur Olahraga Panathinaikos, Carlos Freitas, untuk membahas kemungkinan tersebut.

ketertarikan Panathinaikos kepada Anderson tak lepas dari diangkatnya Jesualdo Ferreira menjadi pelatih mereka, akhir pekan lalu. Ferreira pernah bekerja sama dengan Anderson sebagai pelatih dan pemain di FC Porto dan beberapa kali menyatakan ingin kembali bekerja sama dengan Anderson.

Di sisi lain, sinar Anderson di MU juga tak kunjung bersinar. Hingga pekan ke-14 Premier League musim ini, ia baru bermain tiga kali, dengan satu di antaranya sebagai pengganti.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari MU, Panathinaikos, maupun Anderson. Namun, Daily Mail mengklaim, Anderson akan dilepas dengan status pinjaman sampai akhir musim.

Selain Panathinaikos, klub Perancis, Lyon dan Marseille juga diberitakan tertarik kepada Anderson.

Ferguson Mau Cepat Bereskan Lindegaard

Pelatih Manchester United (MU), Alex Ferguson, mengaku berharap bisa menyelesaikan negosiasi pembelian kiper Norwegia, Anders Lindegaard (26), dengan klubnya Aalesund FK dalam dua atau tiga pekan mendatang.

Menurut pemberitaan di Inggris, MU sudah lama memantau Lindegaard. Ia akan diplot menggantikan Edwin van der Sar, yang sudah berusia 40 tahun dan kemungkinan pensiun akhir musim ini.

"Ini belum selesai. Namun, saat ini, tidak ada masalah. Ini mungkin akan selesai dalam dua atau tiga pekan mendatang. Namun, pengumuman ini sedikit lebih cepat dari seharusnya," ujar Ferguson.

Senin, 22 November 2010

United: Lupakan Berbatov, Fenerbahce!

Manchester United telah menyampaikan pesan tegas kepada Fenerbahce agar melupakan rencananya untuk menggaet Dimitar Berbatov.

Sebelumnya, pihak Fenerbahce telah menyiapkan dana sekitar £12 juta untuk membawa Berba pergi pada Januari mendatang. Klub asal Turki itu juga telah mulai mengamati Berba sejak musim panas lalu.

Namun merujuk sumber orang dalam di Old Trafford yang dilansir dari laman TalkSPORT, pihak United telah menegaskan tak ada ruang bagi Berbatov untuk hengkang pada bursa transfer mendatang.

Penegasan itu terkait dengan penampilan sang pemain yang kini tengah produktif dalam membuat gol. Sepanjang musim ini Berba telah berhasil mengoleksi tujuh gol dari enam laga awal United. Termasuk pula gol hat-trick yang ia persembahkan saat melawan Liverpool.

Ferguson Tidak Akan Tiru Langkah Liverpool

Manchester United tidak akan meniru langkah Liverpool merencanakan mengajukan kompensasi kepada FA terkait cedera yang dialami kapten Steven Gerrard. Demikian ditegaskan manajer United Sir Alex Ferguson.

Sebelumnya, Liverpool mengritik manajer timnas Fabio Capello yang tetap menurunkan Gerrard dalam laga uji coba melawan Prancis, Rabu lalu. Karena dimainkan selama lebih dari satu jam, Gerrard kemudian mengalami cedera hamstring.

Capello dianggap melanggar kesepakatan. Untuk itu, Liverpool berniat meminta kompensasi sebesar £500.000 kepada FA.

Menurut Ferguson, United bernasib sama dengan Liverpool karena bek Rio Ferdinand mengalami cedera saat bermain untuk timnas. Namun, Ferguson merasa tak perlu mengajukan komplain kepada Capello dan FA.

"Saya tak perlu komplain karena apa yang dialami Rio merupakan bagian dari pertandingan," kata Ferguson.

"Saya tidak tahu dengan situasi yang dihadapi Liverpool. Sepanjang dia tak keberatan dimainkan, sesungguhnya tak ada masalah. Dan, Anda tidak bisa memprediksi apa yang terjadi dalam pertandingan," jelasnya.

Mourinho: Saya Dan Fergie Banyak Kesamaannya

Jose Mourinho dispekulasikan akan menjadi manajer Manchester United, menggantikan Alex Ferguson jika kelak arsitek asal Skotlandia itu pensiun.

Kemampuan dan kecerdikan Mourinho menangani tim dinilai sejumlah pihak sama dengan kemampuan yang dimiliki Ferguson. Belum lagi kemampuan untuk mengatasi krisis di internal tim.

Tak salah jika kemudian Mourinho difavoritkan sebagai pengganti Ferguson di masa mendatang.

Mourinho sendiri tidak memberikan komentar seputar hal ini, namun diakuinya jika antara dia dan Ferguson ada banyak kesamaan.

"Alex Ferguson adalah pelatih yang fantastis. Kami juga berada di generasi yang sepenuhnya berbeda, tapi hal itu terlalu terlihat karena kami memiliki banyak kesamaan," tandas Mourinho di situs resmi Real Madrid.

"Tiap kali kami berhadapan satu sama lain, entah saya yang menang atau dia yang unggul, kami selalu mengakhirinya dengan rasa gebira dan meminum anggur untuk merayakan pertemanan kami," lanjutnya.

Sedangkan kesempatan untuk meninggalkan Real Madrid dalam waktu dekat, Mourinho menampiknya. Dia menegaskan masih merasa senang berada di klub Spanyol itu dan akan berusaha mewujudkan keinginan klub secepat mungkin.

Persija Uji Coba Lawan Dua Klub Malaysia

Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan memaksimalkan masa jeda kompetisi dengan terus mengasah kemampuan timnya. Tim "Macan Kemayoran" rencananya akan melaksanakan serangkaian uji coba termasuk melawan dua klub Malaysia yakni Kelantan FC dan Negeri Sembilan.

"Kami masih menunggu konfirmasi kedua tim tersebut. Namun yang sudah pasti, kami akan melawan tim TNI pada Kamis atau Jumat pekan depan dan Sriwijaya FC di Palembang pada 10 atau 18 Desember mendatang," ungkap Rahmad Darmawan

Persija saat ini berada di peringkat keempat dengan mengoleksi 14 poin atau terpaut delapan angka dari pemuncak klasemen, Persipura Jayapura. Dari tujuh laga yang dilakoni, Bambang Pamungkas dkk memasukkan 10 gol dan kebobolan tiga gol.

Meski begitu, Rahmad mengaku belum puas dengan performa timnya. Karena itu, ia ingin laga uji coba nanti bisa dijadikan ajang mengasah kemampuan timnya dan memperbaiki segala kekurangan tim Ibu Kota tersebut.

"Laga uji coba penting agar tim terjaga atmosfer kompetisinya. Saya puas dengan organisasi bertahan kami yang cukup kuat. Terbukti, kami baru kebobolan tiga gol tujuh laga. Namun, organisasi menyerang kami belum terlalu bagus. Jadi saya ingin memperbaiki itu," tukas Rahmad.

Mantan pelatih Sriwijaya FC ini juga bilang, Persija mengurungkan rencana menggelar training camp (TC) di Cilegon selama sepekan yang akan dimulai pada Senin (22/11/2010). "Kita tunda dulu. Namun, kami tetap latihan di GOR Ciracas," ujar Rahmad.

Evra: MU Segera Pimpin Klasemen

Defender Manchester (MU), Patrice Evra, yakin timnya akan segera mengambil alih puncak klasemen Premier League dari Chelsea.

"Sebelum pertandingan lawan Wigan (sabtu, Red) aku mengatakan kepada rekan-rekan, jika bisa menang dan kemudian menang lagi Blackburn Rovers minggu depan, maka MU akan memimpin klasemen sementara Premier League," ucap Evra.MU kini berada di urutan kedua dengan nilai 28. Mereka hanya kalah selisih gol dibandingkan Chelsea.

"Kami adalah 'Setan Merah'. Kami selalu bermain agresif dan mencetak banyak gol. Itu adalah ciri permainan kami." tegasnya.

Antara Saya Sepakbola The Red Devils dan Macan Kemayoran

Saya dan Sepakbola
saya pecinta Sepakbola itu dikarenakan pada tahun 2002 waktu tinggal di Bali pada saat Piala Dunia di dekat rumah saya terdapat acara nobar bersama yang diadakan oleh mahasiswa. Sebelumnya saya hanya bermain bola tidak terlalu mengenal pemainnya dan juga klub-klub bola tapi setelah piala dunia 2002 itu berakhir saya jadi lebih mengenal lagi dengan sepak bola. waktu itu saya belum punya jagoan negara yang saya dukung hanya menonton saja tapi lama-lama jadi seru nonton bola apalagi saat terjadi goal dan dari situ saya mulai mencintai sepakbola seluruhnya hingga pemain dan klub-klub saya hafal sampai sekarang saya masih mencintai sepakbola
saya berpikir :

     "Ada banyak hal yang lebih penting daripada sepak bola, tapi hidup akan lebih kusam tanpa sepak bola."

Saya dan Manchester United tidak dapat dipisahkan pertama kali mempunyai baju pemain tim Manchester United yaitu Beckham bernomor punggu 7