Minggu, 30 Januari 2011

BERBATOV

Berbatov, adalah contoh terbaik dari idiom "when love and hate collide" tumbuh sebagai seorang supporter CSKA Sofia, Berbatov justru menjadi cibiran para pendukung klub itu ketika menjadi pemain dan pada saat Piala Bulgaria yang ia bantu menangkan ditambah 14 gol dari 27 pertandingan tidak cukup untuk membuat supporter CSKA Sofia menyukainya.

Fans memasang banner hinaan untuknya.cemoohan jadi hal yang jamak setiap ia memainkan bola. Berbatov jadi kambing hitam bagi klubnya penampilan buruknya pada derby versus Levski membuatnya menjadi bulan-bulanan supporter dan Berbatov masih 19 tahun saat itu seorang remaja pendiam dengan hobi menggambar itu mendapatkan pengalaman hidup yang kemudian membentuk dirinya saat ini hujatan, penculikan, keragu-raguan, dan bayang-bayang karir yang suram, semua ia harus alami dan jalani sebelum 20 tahun hidupnya, kepindahannya ke Leverkusen menjadi pintu keluar bagi Berbatov dari neraka kampung halaman tetap tidak membuat hidupnya lebih mudah Ia merasa tidak dimengerti di sana. terasingkan dan sendiri. Berbatov pun memilih pergi ke klub atau tinggal di rumah dan melukis di sisi lain, di lapangan hijau, semua berjalan lancar. Berbatov mulai dikenal luas dan mendapatkan pengakuan di tanah airnya kekuatan mentalnya teruji. penghargaan demi penghargaan ia dapatkan. Berbatov adalah pemain terbaik Bulgaria selama bertahun-tahun

Berbatov menjadi pemimpin gol terbanyak tim nasional Bulgaria dengan 48 gol dan pemain terbaik Bulgaria hampir sepanjang 2002-2010, Cerita suram di CSKA Sofia seolah kembali berulang bagi Berbatov kegagalan Bulgaria lolos ke Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2008 ditimpakan ke pundaknya. Berbatov memang kapten tim nasional saat itu. Jordan Letchkov, legenda Bulgaria, menyebutnya pemalas dan tidak memiliki niat membela tim nasionalnya Ketika Bulgaria kalah 1-6 dari Serbia, Berbatov ditarik keluar karena cedera pada menit ke-25. Pundit di televisi mengecamnya


"Go away and do not come back", tukas Sofia Echo. Cedera Berbatov hanyalah bentuk keengganannya bermain sepenuh hati menurutnya "I'm constantly surrounded by distrust & negative attitudes. no matter how much I strive for my country, I remain misunderstood & insulted" kalimat tersebut mengungkapkan kegerahan Berbatov, saat Bulgaria bertemu Polandia dan kalah 0-2, situasi semakin sulit baginya Berbatov, tanpa basa-basi diplomatis, akhirnya menegaskan garis lewat blog pribadi yang ia tulis sendiri, lewat posting berjudul 'haters' "I would say this to all envious - I'm too high up to even see you. And even if I fall, I would never sink so low...I'm like the dog you love to hate, because I am successful." sejak itu Berbatov tidak pernah bermain untuk tim nasional lagi.

Rabu, 12 Januari 2011

di tengah konflik lahir juara


Pelatih yang membawa Iraq juara Piala Asia 2007, Jorvan Viera, dianggap sebagai The Ambassador of Peace karena dapat menyatukan seluruh pemain Iraq dari segi ras yang berbeda "Jorvan Viera sengaja memilih pemain Timnas dari etnis yang berbeda-beda.dia hanya berusaha menyatukan bangsa ini, katanya"

Iraq menjadi juara Piala Asia di tahun 2007 ditengah konflik perang yang membuat Iraq hancur. Perjuangan yg luar biasa ini adalah contoh bahwa sepakbola tidak dapat dipengaruhi oleh politik dll. gw denger Asisten Jorvan Viera pergi keluar dari Iraq setelah anaknya mendapat ancaman penculikan. Sebuah tantangan hebat  dapat sebuah ancaman tapi dpt membuat juara piala Asia.

Karena konflik, pemain iraq merasakan kepedihan yg mendalam maka dari itu selain jadi pelatih  Jorvan Viera harus menjadi psikolog, ayah dan teman bagi mereka pemain Timnas Iraq adalah contoh yg sangat bagus untuk mengartikan persatuan bagi bangsa Iraq dimana persatuan dpt membuat perubahan yg berarti bagi bangsa Iraq, sekarang semua bisa berjabat tangan, mereka tidak berbicara & berdebat tentang politik yg mereka rasakan saat itu indahnya kemenangan.
ooohh iya ketika Presiden SBY memberikan trophy kepada Younis Mahmoud, spontan stadion riuh dan memberi apresiasi kepada Iraq.

"I am not a magician, but I know football can change people." - Jorvan Viera

Begitulah sedikit cerita Iraq 2007. Sepakbola itu bahasa universal yang bisa menyatukan segala bentuk perbedaan :)

Sabtu, 08 Januari 2011

LPI tidak diakui FIFA

Direktur pengembangan dan anggota asosiassi FIFA Thierry Regenass, mengaku tidak mengenal kompetisi sepakbola profesional yang diselenggarakan di luar anggotanya.

Launching Liga Primer Indonesia (Istimewa)
ada dua kompetisi sepakbola profesional di Indonesia, yakni Superliga Indonesia yang dikelola PSSI dan Liga Primer Indonesia [LPI] gagasan pengusaha Arifin Panigoro untuk meningkatkan kualitas sepakbola di Tanah Air.

Dilansir Reuters, LPI yang diikuti 19 tim ini tidak diakui PSSI dan FIFA, yang memberikan dukungan penuh terhadap Superliga.

“Kami belum menerima laporan resmi mengenai hal tersebut, tapi kami perkirakan liga itu [LPI] akan dimulai 8 Januari 2011 antara Solo FC vs Persema ” ujar Regenass di Doha, Qatar.

“Kami memantau situasi ini, dan jika tetap dijalankan, maka akan berhadapan dengan komite darurat FIFA dan sanksi akan diambil.”

PSSI telah menyatakan, bakal memberikan sanksi kepada pemain dan tim yang terlibat di LPI, termasuk tiga klub yang hijrah dari Superliga. 16 tim lainnya di LPI baru dibentuk.

LPI bakal berjalan setelah mendapat lampu hijau dari Menegpora Andi Mallarangeng melalui Badan Olahraga Profesional Indonesia [BOPI].

Sebelumnya, manajer LPI Arya Abhiseka sempat menyatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan FIFA dan konfederasi sepakbola Asia [AFC]. Arya mengatakan, FIFA tidak pernah melarang bergulirnya LPI.

Jumat, 07 Januari 2011

Nurdin Dapat Sorotan Media Inggris

AFF Suzuki Cup 2010 menyedot perhatian media massa mancanegara. Setelah Oktovianus Maniani yang mendapat perhatian dari John Duerden, kolumnis ESPN, kini giliran Nurdin Halid.
Nurdin Halid - PSSI (GOAL.com/Aang Kurniawan)
Dalam artikelnya, suratkabar Guardian membuat pernyataan terbaik 2010, gaji, transfer dan pemimpin. Bagi Guardian, tokoh tahun ini adalah presiden FIFA Sepp Blatter.

Namun pada kategori pengurus terbaik 2010, Guardian membuat semacam sindiran terhadap dua ketua umum federasi. Selain Nurdin, suratkabar ini juga mencantumkan nama Vlatko Markovic.

Pada November lalu, Markovic mengecam media massa kroasia yang menuduh dirinya telah melakukan kecurangan dalam pemilihan ketua federasi sepakbola Kroasia. Markovic pun akhirnya terpilih kembali sebagai ketua umum satu bulan kemudian.

Pemberian bonus kepada pemain Indonesia yang lolos ke final AFF Suzuki Cup 2010 juga turut menarik perhatian dari suratkabar tersebut.

“Ketua PSSI Nurdin Halid, yang dipenjara tahun 2008 karena kasus korupsi $18 juta kembali menjalankan tugasnya. Sorotan pekan lalu: Memberikan bonus $250 ribu kepada pemain dalam bentuk uang tunai yang dimasukkan ke dalam kardus. 'Mereka pantas mendapatkannya',” tulis suratkabar itu.

Nasionalisme Dan Sepakbola Indonesia

Apakah ada keterkaitan langsung antara nilai nasionalisme dan prestasi sepakbola sebuah bangsa?

Bagi pandangan universialis, nasionalisme adalah paham yang mulai digerogoti zaman. Pakar ilmu sosial politik Anthony Giddens pernah menyebutkan, begitu era Perang Dingin usai muncul era posmodern dengan persekutuan regional sebagai salah satu penanda yang paling signifikan.

Muncul lah Uni Eropa. Perbatasan (frontier) mulai terhapus dan melahirkan batasan (border). Secara fisik, garis perbatasan antarnegara sudah menghilang dan hanya ada batasan yang sulit dinilai secara kasat mata.

Di dunia sepakbola, Uni Eropa melahirkan sebuah kebijakan yang tak pernah terbayangkan generasi paman kita: Dekrit Bosman. Setelah 1995 sepakbola Eropa tergopoh-gopoh mengadopsi definisi baru tentang "pemain asing". Berdasarkan peraturan yang bermula karena sengketa antara seorang pemain Belgia dan klubnya itu, status pemain asing tidak lagi sekadar dinilai berdasarkan paspornya. Pemain dari negara anggota Uni Eropa bebas mencari nafkah di sesama negara anggota. Proteksi runtuh, pemain asing -- asal negara Uni Eropa maupun bukan -- pun membanjiri kompetisi Eropa.

Nasionalisme atau paham kebangsaan serupa barang semu. Tidak berbentuk dan hanya ada di dalam benak kepala orang banyak. Benedict Anderson mengatakan, bangsa-bangsa adalah komunitas yang dibentuk secara sosial dan diciptakan dalam persepsi mereka yang berada di dalamnya. Prinsip kebangsaan ini mendapat tempat lebih luas secara politis ketika orang membentuk negara.

Sepakbola turut memberikan ruang atas terjadinya persaingan antarbangsa atau antarnegara salah satunya melalui sistem kejuaraan yang dikenal sejak olahraga si kulit bulat ini mewabah secara global.

Dalam ruang yang paling kecil terjadi ketika Indonesia berpartisipasi di AFF Suzuki Cup 2010 lalu. Kebetulan atau tidak, Indonesia mengawali turnamen sekaligus mengakhirinya dengan menghadapi Malaysia. Hubungan Indonesia dan Malaysia tak ubahnya seperti dua negara tetangga lain di dunia. Saling cela, saling bersaing, saling cemburu, tetapi sebenarnya saling membutuhkan.

Malaysia dalam banyak hal sebenarnya mengagumi Indonesia. Dalam sebuah percakapan dengan seorang teman dari negara jiran itu di Kuala Lumpur dua pekan lalu, generasi muda Malaysia sebenarnya mengakui keunggulan berbagai produk budaya Indonesia. Sayangnya, Indonesia tidak memandang fenomena itu sebagai sebuah hegemoni melainkan menganggapnya sebagai produk yang eksklusif.

Tapi, di lapangan sepakbola Malaysia berhasil mengungguli Indonesia dalam dua pertemuan. Jika masyarakat Indonesia merayakan pencapaian timnas di AFF Suzuki Cup dengan gegap gempita, begitu pula dengan masyarakat Malaysia. Jika kepentingan politik Indonesia menempatkan sepakbola di pentas utama, begitu pula halnya dengan Malaysia. Sebabnya sepakbola dianggap berhasil menggelembungkan sikap nasionalisme sepanjang turnamen digelar.

Nasionalisme yang sudah ditinggalkan kalangan posmodernis tetap menjadi barang penting bagi negara dunia ketiga seperti Indonesia dan Malaysia. Jika menilik teori modernisasi Anthony Giddens, entah berada di tahap berapa Indonesia sekarang ini. Bukan negara primordial yang feodalis, tetapi tidak jua lepas landas. Kesadaran manusia, demikian Karl Marx suatu ketika, tergantung pada alat produksi yang dipakainya. Bagi Marx, kesadaran manusia sangat diperlukan demi sebuah kemajuan. Indonesia dan Malaysia, selama AFF Suzuki Cup, ternyata menuju "kemajuan" yang berbeda.

Di Malaysia dewasa ini, kebangsaan adalah isu penting. Dalam setahun terakhir Pemerintah rajin mempropagandakan kampanye "1Malaysia", yang bertujuan menyatukan berbagai rumpun budaya -- terutama tiga etnis besar: Melayu, Cina, dan India. Bahasa ibu masih akrab di telinga masyarakat sehari-hari karena tidak semua orang Malaysia bisa berbahasa Melayu dan tidak semua orang Malaysia lancar berbahasa Inggris.

Kaum oposisi beranggapan kampanye "1Malaysia" bertujuan melanggengkan status quo generasi rezim pemerintahan dan Anda tahu bahasa yang digunakan media Melayu untuk menyebut kata "oposisi"? "Pembangkang". Dalam bahasa Indonesia, dua kata tersebut memiliki konotasi yang berbeda. Pendeknya, bagi Malaysia persatuan adalah isu penting.

Jauh sebelum AFF Suzuki digelar, Pemerintah Malaysia menyertakan sepakbola dalam kurikulum pendidikan nasional. Sejumlah fasilitas akademis plus sepakbola didirikan di beberapa negara bagian -- terbaru di negara bagian Pahang. Sistem pembinaan pemain muda ini turut ditunjang kebijakan federasi sepakbola setempat (FAM) yang melarang partisipasi pemain asing dalam kompetisi nasional.

Saat turnamen digelar, euforia kebangsaan Malaysia mulai terpantik ketika sukses menumbangkan juara bertahan Vietnam 2-0 pada laga pertama semi-final di Kuala Lumpur. Ketika laga kedua digelar di Hanoi, Perdana Menteri Dato' Sri Mohammad Najib berupaya merangkul generasi muda Malaysia dengan mendatangi langsung arena nonton bareng di kawasan Bukit Bintang. Tanpa ragu PM Najib duduk bersila bersama ratusan penonton lainnya menonton layar lebar sampai pertandingan habis.

Ketika juara, wajar kiranya Pemerintah Malaysia merayakannya dengan meliburkan hari terakhir di tahun 2010 untuk berpesta menyambut gelar pertama mereka di turnamen antarnegara Asia Tenggara itu. Sepakbola dianggap sebagai kebanggaan bersama warga Malaysia. Semua etnis berbaur menjadi satu dalam merayakan keberhasilan tim Harimau Malaya. Malaysia berhak merayakan kemenangannya.

Indonesia menjalani turnamen dengan penuh warna, gagal meski difavoritkan merebut gelar. PSSI bahkan merayakan pencapaian timnas terlalu dini dengan memberikan bonus usai semi-final dan mengajak seisi anggota tim berkeliling luar lapangan sepakbola. PSSI memanfaatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mendukung timnas dengan memaksa mereka mengantre tiket berjam-jam. Harga tiket jauh di atas biaya hidup sehari-hari di Jakarta, tapi peminat tetap membludak. Di negara kita, isu nasionalisme malah disetir ke arah kepentingan tertentu.

Kemajuan sepakbola Indonesia seperti terasa semu. Tingginya antusiasme publik tinggi masih dianggap sebagai bukti kebangkitan nasionalisme, padahal itu tak ubahnya wacana belaka. Seperti yang dikatakan seorang penonton ketika turnamen berlangsung, "Mau membela siapa lagi kalau bukan Indonesia, betapapun bobroknya sistem persepakbolaan negara ini."

Masalah mendukung timnas Indonesia itu adalah sebuah kewajaran. Kita tidak pernah bisa menilai kadar nasionalisme seseorang. Misalnya ketika wacana pemain keturunan dan naturalisasi didengungkan, tidak sedikit mencemooh karena menggunakan alasan rasio jumlah penduduk "pribumi" Indonesia dengan anggota skuad timnas. Ataupun ketika Boaz Solossa dicoret karena tak jua bergabung ke pemusatan latihan di Jakarta, orang ramai mempertanyakan nasionalismenya.

Ada yang merasa cukup nasionalis dengan hadir menonton di Senayan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Sesungguhnya tidak kurang nasionalis pula para pembersih sampah yang membersihkan kompleks olahraga Senayan setelah pertandingan digelar.

Wacana nasionalisme yang kerap digunakan cenderung kontraproduktif karena menciptakan sekat-sekat antara yang sama dan yang beda. Hal ini jauh dari cita-cita luhur membentuk masyarakat madani yang memiliki karakter inklusif. Dan sepakbola tidak akan mampu dijadikan takaran mutlak menilai nasionalisme, begitupun sebaliknya.

Duet penulis Simon Kuper dan Stefan Szymanski menyimpulkan, penyelenggaraan turnamen besar seperti Piala Dunia sejatinya tidak bisa diharapkan menghadirkan profit ataupun menciptakan kesadaran baru tentang nasionalisme negaa penyelenggara. Lihat bagaimana Afrika Selatan harus mengeluarkan biaya besar-besaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010, padahal jumlah yang sama bisa dialokasikan untuk menyediakan fasilitas perumahan bagi kaum miskin. Namun, ada faktor yang juga dinilai penting, menyelenggarakan Piala Dunia bisa mendatangkan kebahagiaan.

Masyarakat Indonesia yang berduyun-duyun memadati Senayan di akhir tahun lalu tidak berupaya membuktikan nasionalisme mereka. Namun, mereka sejatinya mencari kebahagiaan di atas lapangan. Mereka bahkan bersedia membeli kebahagiaan itu meski harga tiket melambung memasuki babak-babak penentuan.

Penampilan para pemain timnas Indonesia yang gagah berani sepanjang AFF Suzuki Cup sebenarnya telah mampu membahagiakan masyarakat; tetapi jika dirasa ada sesuatu yang mengganjal kebahagiaan kita menikmati si kulit bulat, pasti ada yang salah dengan otoritas sepakbola negeri ini.

Kamis, 06 Januari 2011

Seorang Pendiri PSSI

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo yang lulus di Jerman dan kembali ke Indonesia pada 1928 di Indonesia, beliau bekerja di perusahaan Belanda di Yogyakarta dan menjadi orang pertama di Indonesia yang bekerja di sebuah perusahaan.sebagai pencinta sepak bola, beliau mengumpulkan orang2 Indonesia untuk mengusir Belanda dari daerahnya.
Soeratin banyak mengadakan pertemuan dengan para pemain sepakbola profesional Indonesia pada waktu itu & bertujuan menghindari tentara Belanda pada pertemuan yag digelar di Jakarta dengan Soeri, Ketua VIJ dan para pemain, mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah organisai sepakbola nasional Pada tanggal 19 April 1930, hampir semua organisasi non-nasional, seperti Voetbalbond Indonesische Jakarta (Jakarta) Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (Bandung), Persatuan Sepakbola Mataram (Yogyakarta), Madioensche Voetbal Bond (Madiun) Indonesische Voetbal Bond Magelang (Magelang ), Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (Surabaya), dan Vortenlandsche Voetbal Bond (Solo) Semua org non-nasional yang dikumpulkan pada akhir pertemuan dan memutuskan untuk mendirikan PSSI dengan Soeratin sebagai ketua.
Dalam 1936, NIVB berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan bekerjasama dengan Belanda Saat tentara Jepang datang ke Indonesia, PSSI menjadi non aktif karena PSSI diklasifikasikan oleh jepang sebagai asosiasi olahraga Jepang.

Saya Akan Membela Timnas Indonesia

Teman dekatnya Irfan Bachdim ini ingin bergabung ke tim nasional Indonesia, tapi sekarang ini bukan saat yang tepat.


Stefano Lilipaly - FC Utrecht & Indonesia
Seleksi tim nasional Indonesia U-23 akan dimulai Kamis (6/1), dalam rangka persiapan menuju SEA Games dan juga kualifikasi Olimpiade. Sebanyak 84 pemain yang dipanggil mengikuti seleksi sudah diumumkan Badan Tim Nasional (BTN) melalui laman resmi PSSI.

Sayangnya, salah satu nama yang tidak tercantum dalam daftar tersebut adalah Stefano Lilipaly, bekas rekannya Irfan Bachdim di FC Utrecht. Padahal, deputi bidang teknis BTN Iman Arif sudah mengundang pemain Jong Utrecht tersebut untuk bergabung ke seleksi U-23. Stefano terpaksa menunda kedatangannya ke Jakarta karena baru saja pulih dari cedera pergelangan kaki kanan.

"Ya, saya ingin bergabung ke tim nasional [Indonesia] tapi pelatih saya, melalui saran tim medis dan agen saya, meminta agar tidak pergi sekarang,"

"Saya sempat cedera selama lima bulan. Pertama karena lengan patah, kemudian saya menderita cedera engkel kanan."


Stefano menambahkan, sekarang ini dirinya berada dalam kondisi yang cukup fit. Namun timnya dijadwalkan berangkat ke Portugal pada 10 Januari mendatang, tepat pada hari ulang tahun Stefano yang ke-21. Lawatan Utrecht ke Portugal selama lima hari adalah dalam rangka training camp (TC) menjelang paruh kedua Eredivisie Belanda 2010/11.

Maklum saja, Stefano dinilai oleh pelatih Ton Du Chatinier sebagai salah satu kandidat penghuni skuad inti Utrecht. Apabila Stefano menjalani TC dengan sukses, dia berpeluang naik pangkat dari tim junior, Jong Utrecht. Beberapa pertandingan ujicoba sudah dijadwalkan dalam TC ini, di antaranya melawan Heerenveen dan salah satu klub Belgia, Standard Liege.

"Kepergian saya ke Indonesia masih tergantung fitness level selama training camp. Setelah 100 persen fit, dan ditambah pengalaman beberapa pertandingan, saya akan diizinkan berangkat. Saya belum bisa memastikan tanggalnya, tergantung pertandingan dan saya akan memberitahu," lanjutnya.

Stefano Lilipaly - Jong FC Utrecht

Stefano juga mengaku kenal dekat dengan Irfan karena keduanya pernah bermain bersama di Utrecht.

"Tapi saya lebih akrab dengan kakaknya, Fardy. Saya mengetahui perkembangan Irfan masuk timnas dan ikut Piala AFF dari Fardy," sambungnya.

Selain itu, Stefano yang doyan nasi goreng ini akan menanyakan apakah Mark van der Maarel bersedia memperkuat Merah-Putih. Mark adalah pemain keturunan Indonesia yang berhasil menembus skuad inti Utrecht, tapi sudah membela timnas Belanda U-21.

Stefano Lilipaly, 'The Indonesian Iniesta'

Profil
STEFANO LILIPALY
Gelandang serang
Nomor punggung 39
Lahir di Arnhem, Belanda
Tanggal 10 Januari 1990
170 cm/60 kg

Stefano Lilipaly - FC Utrecht & Indonesia                                                                                            
KELUARGA
Ayah: Ron Lilipaly
Ibu: Adriana
Kakak: Shemaine
Adik: Sobay, Nino

FAVORIT
Film: Blow, The Godfather, City Of God
Pemain: Andres Iniesta dan Zinedine Zidane
Musik: Snoop Doggy Dogg, R&B
Mode: Christian Dior, Adidas, Nike

PENGALAMAN
Klub: AZ Alkmaar, FC Utrecht
Timnas: Belanda U-15, U-16, U-17, U-18
AWAL KARIER

"Mulai bermain bola sejak usia 7 tahun, ditempatkan di sebuah klub amatir bernama DCG selama tiga tahun. Dia pindah ke akademi AZ Alkmaar, tapi hanya bertahan selama satu tahun di sana karena tidak menyukai klubnya. Jadi dia masuk Utrecht, dan sampai sekarang di sinilah dia bermain. Perlahan dia naik ke Jong Utrecht [skuad junior] atau tim senior kedua."

POSISI & KHAS

"Gelandang serang. Dia seorang pemain yang fleksibel, suka mencetak gol dan memberikan assist. Gaya bermain meniru salah satu pemain andalan Barcelona "Andres Iniesta" dia bisa bermain defensif, dan kemampuannya juga mendukung untuk menyerang.

"Selain memiliki kemampuan untuk mencetak gol dari luar kotak. Pemain lawan berpikir dia kecil, tapi begitu menghadapi lawan, mereka kemudian bertanya, 'kenapa orang sekecil itu bisa mencetak gol dari jarak sejauh itu?'

"Musim ini baru tampil dalam tiga pertandingan. Setiap pertandingan, mencetak gol dari luar kotak. Jadi sudah mengkoleksi tiga gol."

BELANDA ATAU INDONESIA

" Sudah memperkuat timnas Belanda dari U-15 hingga U-18, tapi kalau harus memilih, ingin membela tim nasional Indonesia.

"Kedua orang tua selalu mendukung dalam bermain bola. Sejak awal mereka sudah melihat talenta saya.

tidak mengenal banyak tentang Indonesia. Saya belum pernah ke sana, tapi ibu saya orang Belanda dan saya mencintai masakannya seperti nasi goreng. Ibu saya sering memasak makanan khas Indonesia, saya tidak menghafal namanya selain nasi goreng, tapi saya makan semuanya dan menyukai semuanya. Nenek saya juga sering masak."

FC UTRECHT

"Tahun lalu merupakan musim perdana saya di Jong Utrecht. Tiga pertandingan pertama, saya tidak diturunkan. Tapi dalam debut saya mencetak gol. Sejak itu, saya diturunkan dalam semua pertandingan. Hasilnya sangat memuaskan. Saya sukses mencetak  delapan gol musim lalu, dan ikut membantu Utrecht masuk final Piala KNVB. Di final kami mengalahkan Jong De Graafschap dengan skor 4-1, dan saya menyumbangkan dua gol dalam pertandingan itu."

Bin Hammam Terpilih Kembali Sebagai Presiden AFC

Mohamed Bin Hammam masih akan memimpin Konfederasi Sepakbola Asia untuk periode berikutnya setelah terpilih kembali secara aklamasi oleh Kongres.
Mohamed Bin Hammam (Getty Images)
Terpilihnya Bin Hammam sudah diperkirakan mengingat dia menjadi satu-satunya kandidat untuk posisi ini dalam delapan tahun terakhir. Bin Hammam sendiri sudah dua periode memimpin AFC.

Kongres juga menunjuk Pangeran Alin bin Al Hussein dari Jordania setelah unggul dalam pemilihan anggota Komite Eksekutif untuk mewakili Asia di FIFA.

Ali mengungguli Chung Mong-joon dari Korea Selatan, yang sudah menduduki Komite Ekesekutif FIFA sejak 1994. Ali mengantungi 25 suara, unggul lima suara dari Chung.
10. Mike Portnoy – Dream Theater
 
 
Michael Stephen Portnoy (lahir April 20, 1967) adalah pemain drum amerika terutama dikenal sebagai drummer dan backing vokalis band metal progresif dream theater. Drum dikenal karena kehebatannya dan keahlian teknis, portnoy telah memenangkan 23 penghargaan dari majalah modern drummer. Dia telah bersama-sama menghasilkan lima album terakhir dream theater dengan gitaris john petrucci, mulai dari metropolis pt. 2: Scenes from a memory. Dari a change of seasons dan seterusnya, portnoy telah menulis sejumlah besar lirik dream theater, mengisi kekosongan yang ditinggal oleh kevin moore, yang meninggalkan band ini setelah rilis band awake. sekarang dia menjadi drummer Avenged Sevenfold dia menjadi pengganti THE REV yang meninggal di usia muda. Mike Portnoy adalah orang termuda kedua (setelah neil peart) yang akan dilantik ke modern drummer’s hall of fame (pada usia 37 tahun).


9. Ian Paice – Deep Purple
Paice Ian Anderson (lahir 29 Juni 1948) adalah seorang musisi Inggris, paling dikenal sebagai drummer dari band rock seminalis, Deep Purple. Ia adalah satu-satunya anggota pendiri band masih tampil dengan bandnya.










8. Hal Blaine – Session Man

Hal Blaine (lahir Harold Simon Belsky 5 Februari 1929, Holyoke, Massachusetts) adalah seorang musisi penabuh drum. Ia paling dikenal karena karyanya dengan Wrecking Crew di California. Blaine bermain di berbagai hits dengan band populer, termasuk Elvis Presley, The Ronettes, Simon & Garfunkel, The Carpenters dan Beach Boys. Blaine adalah anggota Rock & Roll Hall of Fame.
7. Bill Bruford – Yes, King Crimson

William Scott Bruford (lahir 17 Mei 1949 di Sevenoaks, Kent), lebih dikenal sebagai Bill Bruford, adalah drumer Inggris yang diakui kuat, precision tinggi, dan polyrhythmic. Dia adalah drummer asli yang sangat sukses di grup rock progresif Yes, dan telah menjadi tokoh terkemuka dalam gerakan rock progresif. Bruford telah melakukan sejumlah tindakan populer sejak awal 1970-an, termasuk bertugas sebagai drummer Genesis. Dari tahun 1972 sampai 1997, Bruford adalah drummer band rock progresif King Crimson. Bruford pindah jauh dari rock progresif berkonsentrasi pada jazz, memimpin grup jazz sendiri, Earthworks, selama beberapa tahun. Dia pensiun dari publik pada tahun 2009, tetapi akan terus berjalan dua perusahaan rekaman dan berbicara tentang musik. Otobiografinya, Bill Bruford: The Autobiography, diterbitkan pada awal 2009.
6. Terry Bozzio – Frank Zappa

Terry Bozzio lahir 27 Desember 1950 di San Francisco, California. Dia mulai bermain drum pada umur 6 tahun dari berbagai bahan sampah seperti kaleng kopi dan patahan tongkat. Pada usia 13 ia menyaksikan performa The Beatles utama di The Ed Sullivan Show, dan memohon ayahnya untuk pelajaran drum. Selama masa ini ia bermain di band garasi Blue Grass Radio, The Yarde, dan Jungle Tamalpaias Mountain Boys. Ia mulai rekaman dan tur dengan Frank Zappa pada tahun 1975, dan muncul dalam film konser Baby Snakes.
5. Ginger barker – cream

peter edward “ginger” baker (lahir 19 agustus 1939, lewisham, south london) adalah seorang drumer inggris, terkenal karena karyanya dengan cream dan blind faith. Ia juga dikenal karena banyak asosiasi dengan dunia baru musik dan menggunakan pengaruh afrika dan kolaborasi beragam seperti karya-karyanya dengan band rock hawkwind.
4. Carl palmer – elp

carl palmer (nama lahir kendall frederick carl palmer, 20 maret 1950, handsworth, birmingham) adalah seorang inggris dan merupakan drumer dan pemain perkusi. Ia dihormati sebagai salah satu yang paling dihormati drumer rock yang muncul dari tahun 1960-an. Di samping itu, palmer adalah veteran dari sejumlah band-band inggris yang terkenal, termasuk crazy world of arthur brown, atomic rooster, emerson, lake & palmer, dan asia. Ia juga berkontribusi terhadap karya-karya oleh mike oldfield.
3. Keith moon – the who

john keith moon (23 agustus 1946 – 7 september 1978) adalah drummer inggris dari grup rock the who. Ia mendapat pujian untuk permainan drum yang energetic, dan ketenaran untuk gaya hidup yang aneh, ia mempunyai julukan, “moon the loon.” (si gila moon). Moon bergabung dengan the who pada tahun 1964. Ia bermain di semua album dan single dari debut, 1965’s “i can’t explain”, hingga who are you, yang dirilis tiga minggu sebelum kematiannya.
Moon dikenal inovatif,bermain seacara dramatis, sering menghindari ketukan kembali dasar, teknik yang terfokus pada cepat, cascading roll di seluruh tom, ambidextrous (kidal), double bass drum dan simbal crash. Ia secara luas dianggap sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah drumer rock and roll.
2. John bonham – led zeppelin

john henry “bonzo” bonham (31 mei 1948 – 25 september 1980) adalah seorang penabuh drum dan penulis lagu inggris, paling dikenal sebagai drummer dari band led zeppelin.
Ia terkenal karena kekuatannya, cepat kaki kanan, suara khas dan “feeling” untuk rythm. Ia secara luas dianggap sebagai salah satu drumer terbesar dalam sejarah musik rock dinilai oleh musisi dan kritikus lainnya di industri.
1. Neil peart – rush

neil ellwood peart oc, (lahir september 12, 1952) adalah musisi kanada dan seorang penulis. Ia paling dikenal sebagai penabuh drum dan penulis lirik untuk band rock rush.
Peart tumbuh di port dalhousie, ontario (sekarang bagian dari st catharines) yang bekerja dengan pekerjaan yang kadang-kadang aneh. Namun, ambisi sejati adalah menjadi musisi profesional. Selama masa remaja, ia melayang dari daerah ke daerah band band dan keluar dari sekolah tinggi untuk mengejar karir sebagai full-time drummer. Setelah bertugas di inggris dan berkonsentrasi pada musiknya, peart kembali ke rumah, di mana ia bergabung dengan sebuah band toronto lokal, rush, pada musim panas 1974.