Rabu, 12 Januari 2011
di tengah konflik lahir juara
Pelatih yang membawa Iraq juara Piala Asia 2007, Jorvan Viera, dianggap sebagai The Ambassador of Peace karena dapat menyatukan seluruh pemain Iraq dari segi ras yang berbeda "Jorvan Viera sengaja memilih pemain Timnas dari etnis yang berbeda-beda.dia hanya berusaha menyatukan bangsa ini, katanya"
Iraq menjadi juara Piala Asia di tahun 2007 ditengah konflik perang yang membuat Iraq hancur. Perjuangan yg luar biasa ini adalah contoh bahwa sepakbola tidak dapat dipengaruhi oleh politik dll. gw denger Asisten Jorvan Viera pergi keluar dari Iraq setelah anaknya mendapat ancaman penculikan. Sebuah tantangan hebat dapat sebuah ancaman tapi dpt membuat juara piala Asia.
Karena konflik, pemain iraq merasakan kepedihan yg mendalam maka dari itu selain jadi pelatih Jorvan Viera harus menjadi psikolog, ayah dan teman bagi mereka pemain Timnas Iraq adalah contoh yg sangat bagus untuk mengartikan persatuan bagi bangsa Iraq dimana persatuan dpt membuat perubahan yg berarti bagi bangsa Iraq, sekarang semua bisa berjabat tangan, mereka tidak berbicara & berdebat tentang politik yg mereka rasakan saat itu indahnya kemenangan.
ooohh iya ketika Presiden SBY memberikan trophy kepada Younis Mahmoud, spontan stadion riuh dan memberi apresiasi kepada Iraq.
"I am not a magician, but I know football can change people." - Jorvan Viera
Begitulah sedikit cerita Iraq 2007. Sepakbola itu bahasa universal yang bisa menyatukan segala bentuk perbedaan :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar