Berbatov, adalah contoh terbaik dari idiom "when love and hate collide" tumbuh sebagai seorang supporter CSKA Sofia, Berbatov justru menjadi cibiran para pendukung klub itu ketika menjadi pemain dan pada saat Piala Bulgaria yang ia bantu menangkan ditambah 14 gol dari 27 pertandingan tidak cukup untuk membuat supporter CSKA Sofia menyukainya.
Fans memasang banner hinaan untuknya.cemoohan jadi hal yang jamak setiap ia memainkan bola. Berbatov jadi kambing hitam bagi klubnya penampilan buruknya pada derby versus Levski membuatnya menjadi bulan-bulanan supporter dan Berbatov masih 19 tahun saat itu seorang remaja pendiam dengan hobi menggambar itu mendapatkan pengalaman hidup yang kemudian membentuk dirinya saat ini hujatan, penculikan, keragu-raguan, dan bayang-bayang karir yang suram, semua ia harus alami dan jalani sebelum 20 tahun hidupnya, kepindahannya ke Leverkusen menjadi pintu keluar bagi Berbatov dari neraka kampung halaman tetap tidak membuat hidupnya lebih mudah Ia merasa tidak dimengerti di sana. terasingkan dan sendiri. Berbatov pun memilih pergi ke klub atau tinggal di rumah dan melukis di sisi lain, di lapangan hijau, semua berjalan lancar. Berbatov mulai dikenal luas dan mendapatkan pengakuan di tanah airnya kekuatan mentalnya teruji. penghargaan demi penghargaan ia dapatkan. Berbatov adalah pemain terbaik Bulgaria selama bertahun-tahun
Berbatov menjadi pemimpin gol terbanyak tim nasional Bulgaria dengan 48 gol dan pemain terbaik Bulgaria hampir sepanjang 2002-2010, Cerita suram di CSKA Sofia seolah kembali berulang bagi Berbatov kegagalan Bulgaria lolos ke Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2008 ditimpakan ke pundaknya. Berbatov memang kapten tim nasional saat itu. Jordan Letchkov, legenda Bulgaria, menyebutnya pemalas dan tidak memiliki niat membela tim nasionalnya Ketika Bulgaria kalah 1-6 dari Serbia, Berbatov ditarik keluar karena cedera pada menit ke-25. Pundit di televisi mengecamnya
"Go away and do not come back", tukas Sofia Echo. Cedera Berbatov hanyalah bentuk keengganannya bermain sepenuh hati menurutnya "I'm constantly surrounded by distrust & negative attitudes. no matter how much I strive for my country, I remain misunderstood & insulted" kalimat tersebut mengungkapkan kegerahan Berbatov, saat Bulgaria bertemu Polandia dan kalah 0-2, situasi semakin sulit baginya Berbatov, tanpa basa-basi diplomatis, akhirnya menegaskan garis lewat blog pribadi yang ia tulis sendiri, lewat posting berjudul 'haters' "I would say this to all envious - I'm too high up to even see you. And even if I fall, I would never sink so low...I'm like the dog you love to hate, because I am successful." sejak itu Berbatov tidak pernah bermain untuk tim nasional lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar