Javier Hernandez semakin tampil empresif bersama Manchester United (MU). Ternyata, kehebatan berjuluk "Chicharito" itu tak terlepas dari pengaruh musik salsa.
Pemain asal Meksiko kelahiran 1 Juni 1988 yang dibeli dari Chivas Guadalajara ini telah menjadi pujaan baru publik Old Traford. Ketajamannya di depan gawang lawan membuat pelatih Sir Alex Ferguson selalu terkesan.
The World Red Army, sebutan pendukung "Setan Merah", bersama artis Salsa Choco Orta bahkan telah merilis lagu untuk Hernandez. Lagu berjudul "Chico Is The Man" itu mengisahkan kehidupan bintang berusia 22 tahun tersebut.
Dalam darah Hernandez memang mengalir bakat sepak bola yang kuat. Ayahnya, Javier Hernandez Gutierrez, adalah mantan striker nasional Meksiko. Kakeknya, Tomas Balcazar, juga penyerang legendaris Meksiko.
Padahal, sang ayah tak pernah berharap dia menjadi pemain bola. Namun, di usia 7 tahun, Hernandez begitu gemar bermain bola.
Karena bakatnya berkembang, pada umur 9 tahun dia langsung direkrut klub besar Chivas Guadalajara. Setelah bermain di tim junior Chivas (Chivas Coras) pada 2005-06, dia mulai dimasukkan ke tim senior Chivas Guadalajara pada 2006. Saat itu umurnya baru 17 tahun.
Dia terus memberi janji, sehingga terus menjadi bagian dari Chivas Guadalajara. Pada Oktober 2009, pemandu bakat "Setan Merah" pun mengamati dan tertarik kepadanya. Dia melaporkan ke MU bahwa Hernandez punya masa depan yang menjanjikan.
Pada 8 April 2010, MU langsung melakukan kesepakatan dengan pihak Hernandez. MU bergerak cepat, karena Hernandez sudah menjadi incaran banyak klub. MU melakukan langkah yang tepat. Dalam sekejap, berkat kehebatannya, Hernandez menjadi andalan baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar